V-22 Osprey, Pesawat Hybrid Andalan Pasukan Marinir AS



V-22 Osprey (Foto 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

V-22 Osprey (Foto 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

V-22 Osprey (Foto 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

V-22 Osprey (Foto 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

V-22 Osprey (Foto 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Galeri Wallpaper Foto Pesawat Hybrid V-22 Osprey 

V-22 Osprey merupakan pesawat terbang untuk berbagai jenis layanan (terutama untuk misi milter). Pesawat ini mengkombinasikan teknologi tiltrotor yang membuatnya mampu melakukan manuver vertikal seperti helikopter dan bisa mencapai kecepatan dan jangkauan terbang pesawat bersayap tetap. Jika mesin dan rotor pada posisi vertikal, V-22 Osprey bisa lepas landas dari landasan konvesional atau terapung seperti helicopter. Dan jika sudah pada ketinggian yang memungkinkan, mesin dan rotor bisa diputar horisontal pesawat bisa difungsikan sebagai pesawat turboprop yang mampu melaju dengan kecepatan tinggi. Kombinasi ini memungkinkan V-22 Osprey untuk melaksanakan operasional yang tidak dapat dilakukan oleh pesawat terbang lain.

V-22 Osprey mampu mengangkut 24 orang pasukan tempur, 20.000 pons kargo internal atau 15.000 pons kargo eksternal, dan melesat dua kali kecepatan helikopter. Rotor dan sayap dapat dilipat dapat disimpan pada sebuah kapal induk atau kapal perang lainnya.

Pembuatan V-22 Osprey

Proses pembangunan pesawat hybrid ini memakan waktu yang lama dan sempat menimbulkan kontroversi. Anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan V-22 Osprey awalnya hanya $ 2,5 miliar pada 1986. Tapi kemudian angka tersebut menggelembung hingga mencapai $ 30 miliar di tahun 1988. Menteri Pertahanan Dick Cheney pada waktu itu mendesak permintaan anggarannya, tetapi ditolak oleh Kongres. Uji terbang yang pertama terjadi pada tanggal 19 Maret 1989.

Prototipe yang pertama dilengkapi dengan kaca kokpit, yang mencakup empat Multi-Function Displays (MFDs) dan dua Communications Display Units (CDUs), yang memungkinkan pilot untuk menampilkan berbagai lapisan data, termasuk: peta digital terintegrasi, citra FLIR, instrumen penerbangan primer, navigasi (TACAN, VOR, ILS, GPS, INS) dan status sistem. Panel pengaturan penerbangan Cockpit Management System (CMS) memungkinkan untuk memfungsikan autopilot, fungsi-fungsi yang akan mengambil pesawat dari penerbangan maju menjadi hover 50 tanpa interaksi pilot selain pemrograman sistem.

Pesawat ini awalnya dirancang untuk memiliki tekanan pada kabin, tapi sayap berputar (untuk penyimpanan pada kapal pengangkut) tidak memungkinkan pembuatan kabin seperti itu. Akibatnya, pilot dan awak pesawat harus menggunakan masker oksigen saat berada di atas 10.000 kaki (3.000 m). Osprey menggunakan sistem On-Board Oxygen Generating System (OBOGS) yang memperkaya udara dengan menyaring oksigen. Nitrogen sisa ini kemudian diteruskan ke sel bahan bakar untuk mengisi gas inert menjadi bahan bakar JP-5.

V-22 Osprey dikembangkan dan dibangun oleh Bell Helicopter Textron dan Boeing Helicopter. Bell yang memproduksi dan mengintegrasikan sayap, nacelles, rotor, sistem drive, permukaan ekor, dan ramp belakang, serta mengintegrasikan mesin Rolls-Royce. Sedangkan Boeing yang memproduksi dan mengintegrasikan pesawat, kokpit, avionik, dan kontrol penerbangan. Pembuatannya dilakukan di beberapa lokasi yaitu Philadelphia, Pennsylvania, dan Amarillo, Texas. Perakitan dan pengiriman terjadi di Amarillo. Tim yang terdiri dari dua pabrikan pesawat ini dikenal sebagai Bell-Boeing.

Pengguna dan Spesifikasi V-22 Osprey

V-22 diproduksi untuk Korps Marinir Amerika Serikat, US Air Force dan Operasi Khusus Angkatan Laut AS. Korps Marinir Amerika Serikat saat ini memiliki sekitar 360 unit MV-22B untuk melakukan serangan tempur dan misi dukungan tempur. Komando Operasi Khusus Angkatan Udara Amerika Serikat memiliki 50 unit CV-22 yang digunakan untuk kebutuhan penerbangan kecepatan tinggi dalam berbagai misi operasi khusus. US Navy memiliki 48 unit HV-22 untuk kebutuhan beberapa misi dukungan tempur.

Spesifikasi V-22 Osprey :
Negara pembuatUSA
FungsiPesawat terbang untuk berbagai operasi militer
Tahun pembuatan2006
Awak pesawat3 orang
Mesin2 Rolls-Royce AE1107C, masing-masing berkekuatan 6.150 shp (4.586 kW)
Bentang sayap25,5 meter
Panjang pesawat17,48 meter
Diameter rotor11,58 meter
Tinggi pesawat5,38 meter
Berat kosong15.032 kg
Beban maksimal lepas-landas23.495 kg
Berat maksimal27.442 kg
Kecepatan terbang maksimal (Horisontal)510 km/jam
Kecepatan terbang maksimal (Vertikal)11,8 meter/detik
Ketinggian terbang maksimal7.925 meter
Beban maksimal kargo8.463 kg

, ,

0 komentar

Write Down Your Responses