Virus Buatan - Bioterrorism Ancam Kehidupan Indonesia




Ada dugaan bahwa penyebaran flu burung yang terjadi berkaitan dengan upaya bioterrorism, maka wajar jika beberapa pihak menyerukan kewaspadaan terhadap bioterrorism.

Wikipedia
Wikipedia

Bioterrorism sekarang ini menjadi perhatian serius berbagai bangsa tidak terkecuali di Indonesia. Bioterorisme adalah terorisme jenis baru yang melibatkan pelepasan atau penyebaran secara sengaja agen-agen biologis. Agen-agen ini bisa berupa bakteri, virus, atau racun yang mungkin terjadi secara alami atau bentuk yang dimodifikasi oleh manusia. Dan metode penggunaan ini biasanya digunakan dalam peperangan, seperti dalam perang yang menggunakan senjata biologis.

Terbaru dunia kembali dikagetkan dengan kemunculan virus flu burung jenis baru yang terjadi di Cina. Sebelumnya wabah flu burung atau dikenal juga virus H5N1 sempat melanda Indonesia sejak tahun 2005, berdasarkan catatan WHO, terdapat 8 kasus flu burung di Indonesia yang berakhir dengan kematian sepanjang 2012. Jika dihitung mulai tahun 2005, total ada 159 kematian dari 191 kasus flu burung di Indonesia.

Ada dugaan bahwa penyebaran flu burung yang terjadi berkaitan dengan upaya bioterrorism, maka wajar jika beberapa pihak menyerukan kewaspadaan dengan agenda besar ini.

Dalam acara Diskusi Publik 'Mempersiapkan Rakyat Menghadapi Bioterrorism' yang digelar Dewan Kesehatan Rakyat di Gedung Joeang 45, Menteng Raya, Jakarta, Rabu (10/4/2013). Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa bioterrorism bukanlah hal yang baru lagi dan sekarang ini menjadi ancaman global dan nyata.

"Di negara-negara lain terjadi (bioterrorism). Dengan perkembangan teknologi dan virus yang semakin cepat perkembangan teknologinya, menurut saya perkembangan itu semakin nyata. Di Indonesia masih kasuistis, belum menjadi fenomena yang menyeluruh," ujarnya.

Menurutnya, virus H5N1 yang sempat menyerang Indonesia diduga kuat adanya bioterrorism. Dengan alasan, muncul dugaan virus tersebut berasal dari Cina dan penyebabnya karena migrasi unggas. Padahal faktanya Indonesia bukan tempat migrasi burung dari Cina.

Seharusnya, jika memang karena migrasi unggas, maka Vietnam, Kamboja, Thailand atau Malaysia lah yang lebih dulu terkena virus ini. Jadi kecurigaan kuat

Alasan lain, virus flu burung yang pertama kali menyerang Indonesia terjadi di Tangerang, di mana korbannya tidak pernah berinteraksi dengan unggas, dan ini sangat aneh!

Hasil penyelidikan Menteri Kesehatan yang kala itu dijabat oleh Siti Fadilah Supari menemukan bahwa flu burung tidak ditularkan dari unggas ke manusia ataupun dari manusia ke manusia.

"Kita harus mulai peduli terhadap bioterrorism, biological attack dan sebagainya. Mulai sadar bahwa yang menjadi ancaman itu bukan orang membawa senjata, membawa peluru, membawa meriam. Kita harus sadari sekarang ini kita memasuki tahap bukan hanya kepentingan kedaulatan, tetapi juga usaha politik ekonomi, menjadikan Indonesia sebagai komoditas dan mengambil keuntungan dari situ," jelas Fadli. (IT/sa)

, ,

0 komentar

Write Down Your Responses