Demam nuklir saat ini tengah melanda Asia. Kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dunia itu memilih membangun reaktor untuk kebutuhan energi.
Indonesia juga semakin dekat dengan nuklir. Tapi apakah Indonesia siap dengan resiko nuklir?
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut, ada 41 reaktor yang sedang dibangun di Asia, 98 lainnya direncanakan dibangun dekade mendatang.
Cina adalah negara yang kini paling banyak membangun nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus melesat seiring pertumbuhan ekonomi.
Vietnam akan membuat delapan reaktor. Malaysia berencana memiliki paling sedikit dua. Sementara, pemerintah Indonesia berencana membangun empat reaktor nuklir pada tahun 2025.
Sulfikar Amir, sosiolog Indonesia yang mengajar di Nanyang Technological University, Singapura sangat konsen tentang isu ini.
Belakangan dia bergelut dengan isu nuklir dan mengkampanyekannya lewat akun Twitter: @sociotalker kepada lebih dari 12 ribu followernya. Akhir 2012, dia meluncurkan “Nuklir Jawa“, sebuah film dokumenter yang berisi kritik atas rencana Indonesia membangun reaktor di Gunung Muria, Jawa Tengah.
“Sebenarnya Indonesia adalah negara yang paling siap untuk mengembangkan nuklir di Asia Tenggara” kata Sulfikar Amir (SA) kepada Deutsche Welle (DW).
Berikut wawancara DW dengan SA.
DW
Apa yang membuat negara Asia kini berpaling ke nuklir?
SA
Kalau melihat tren dunia, hingga 20 tahun setelah bencana Chernobyl, nuklir menjadi tidak populer. Awal tahun 2000 muncul apa yang disebut nuclear renaissance atau kebangkitan kembali nuklir. Ini wacana yang dikonstruksi industri nuklir global.
Mereka memakai dua alasan: pertama adalah perubahan iklim yang terjadi akibat penggunaan energi fosil dan kedua adalah cenderung meningkat dan tidak stabilnya harga minyak dunia.
Nah, nuklir ditawarkan karena pertama tidak mengeluarkan efek rumah kaca (yang menyebabkan perubahan iklim-red) dan kedua, secara ekonomi jangka panjang jauh lebih murah, meski butuh dana investasi awal sangat besar.
Hitung-hitungan ekonominya: untuk sebuah reaktor yang bisa berproduksi hingga 50 tahun harga listrik yang dihasilkan 4 sen per kilowatt hour, sementara energi fosil hampir dua kali lipat, apalagi energi terbarukan yang harganya bisa berkali lipat, sangat mahal. Inilah yang menyebabkan nuclear renaissance menyebar ke Asia termasuk Indonesia.
DW
Bagaimana sejarah perkenalan Indonesia dengan nuklir?
SA
Sejarah Indonesia dengan nuklir cukup tua. Indonesia membangun Lembaga Tenaga Atom tahun 1958, yang kelak tahun 1964 menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Era Soekarno, Kepala BATAN adalah jabatan penting setingkat menteri.
Ketika itu, Soekarno sangat serius mengembangkan nuklir antara lain karena politik: dia ingin mengembangkan bom atom untuk menakuti-nakuti Malaysia yang saat itu sedang berkonfrontasi dengan Indonesia. Indonesia saat itu sempat meminta bantuan ke Cina untuk membangun senjata nuklir. Tapi rencana itu gagal karena tahun 65, Soekarno keburu digulingkan.
DW
Setelah itu apa yang terjadi dengan program nuklir Indonesia?
SA
Pada era Orde Baru, BATAN dikembangkan untuk tujuan damai penelitian. Kita punya 3 reaktor: di Bandung yang dibangun atas bantuan Amerika, di Yogya bantuan Rusia dan di Serpong atas bantuan Jerman yang merupakan reaktor terbesar di Asia Tenggara.
Meski desain awalnya Jerman, tapi sebagian besar reaktor, kecuali bagian intinya, kini sudah dimodifikasi oleh para ahli nuklir Indonesia.
DW
Apakah kita memang butuh nuklir?
SA
Masalahnya itu sudah diputuskan pemerintah. Tahun 2025 kita akan membangun empat reaktor dengan kapasitas masing-masing seribu megawatt, yang jika dibandingkan dengan total suplai listrik nasional 2025, maka kontribusinya hanya dua persen.
Itu sangat kecil jika dibanding dengan resiko.
DW
Bisa Anda jelaskan resiko itu?
SA
Para teknokrat selama ini hanya menghitung aspek teknologi dan ekonomi. Tapi tidak bicara resiko sosial. Karena mengoperasikan sebuah sistem yang canggih seperti nuklir membutuhkan sistem kelembagaan yang kuat dan disiplin sangat tinggi.
Bahkan dalam kasus tragedi Fukushima, Jepang, kesimpulan akhir menyebut tragedi itu terjadi bukan karena bencana alam, tapi bencana akibat manusia, karena kalangan industri nuklir tidak cukup mengantisipasi situasi darurat (seperti bencana alam-red). (MI)

Sketsa rencana PLTN terapung - gizmodo.com
Rusia punya berbagai jenis teknologi apa saja, seperti kapal selam, pesawat dan kapal pemecah es. Kini, mereka berencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung!
Diwartakan Gizmodo, Rusia berencana membangun PLTN terapung di atas air. PLTN ini nantinnya akan menyediakan tenaga listrik untuk berbagai wilayah terpencil yang tidak memiliki pembangkit tenaga listrik.
PLTN terapung ini disebut akan dibuka pertama kali pada 2016. Pembangkit listrik ini diklaim bakal menghasilkan tenaga di atas 70 megawatt, yang cukup untuk memperkuat 200 ribu rumah.
Rencananya juga, Rusia pun siap mengoperasikan PLTN terapung ini diwilayah-wilayah rawan bencana. [ikh]
Diwartakan Gizmodo, Rusia berencana membangun PLTN terapung di atas air. PLTN ini nantinnya akan menyediakan tenaga listrik untuk berbagai wilayah terpencil yang tidak memiliki pembangkit tenaga listrik.
PLTN terapung ini disebut akan dibuka pertama kali pada 2016. Pembangkit listrik ini diklaim bakal menghasilkan tenaga di atas 70 megawatt, yang cukup untuk memperkuat 200 ribu rumah.
Rencananya juga, Rusia pun siap mengoperasikan PLTN terapung ini diwilayah-wilayah rawan bencana. [ikh]

Teknologi radiasi untuk tujuan pengawetan pangan dapat memberikan kontribusi ketahanan pangan nasional, sedangkan nilai pangan secara keseluruhan merupakan fungsi faktor keamanan dan mutu pangan. Aplikasi iptek nuklir pada pangan dapat dijadikan basis teknologi pengawetan yang handal karena mampu menciptakan nilai pangan yang tinggi, sehingga sangat bermanfaat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional seutuhnya.

Orasi yang judul “Iradiasi Pangan Untuk Pengawetan dan Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional“, disampaikan di depan Sidang Majelis Pengukuhan Profesor Riset yang diketuai Ketua LIPI Lukman Hakim.
Menurutnya, sementara ini banyak pangan yang rusak karena tidak tertangani dengan baik, mungkin karena serangan serangga atau hama gudang. Hal ini dapat diselamatkan dengan menggunaan iradiasi. Teknik iradiasi bisa membunuh serangga, mikroba, dan tidak merusak nutrisi yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat membantu ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.
Namun, informasi tentang manfaat iptek nuklir pada pangan yang kurang mendalam, dapat menimbulkan kekeliruan pemahaman dikalangan masyarakat. Hal ini dapat membawa citra buruk dan berdampak negatif pada pengembangan iptek nuklir secara keseluruhan. Bahkan, sampai saat ini masih saja terjadi pemahaman dan persepsi keliru bahwa teknologi radiasi dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan pangan yang sudah terlanjur rusak akibat serangga dan mikroba.
“Oleh karena itu, pemahaman yang keliru harus diluruskan melalui edukasi publik dan melakukan kegiatan penelitian bersama secara konsorsium,” tambah Irawati.
Tantangan utama kegiatan iradiasi pangan di masa depan adalah mewujudkan produk pangan iradiasi secara besar-besaran. Iradiasi pada jenis pangan olahan siap saji dengan menu yang bervariasi, praktis dalam penyajian, dan memiliki nilai pangan yang tinggi dapat membuka peluang bisnis bagi siapapun sesuai target pasar yang dikehendaki. Akan tetapi, masih ditemukan kendala utama yaitu keterbatasan jumlah fasilitas iradiator yang tersedia dan keengganan industri pangan untuk memasang label dan logo pangan iradiasi, ‘RADURA’.
Sementara itu, June Mellawati juga menyampaikan orasi dengan judul “Pertimbangan Ekologi Dalam Studi Tapak PLTN di Indonesia”.

Fakta menunjukkan bahwa Indonesia telah berpengalaman dalam membangun dan mengoperasikan tiga buah reaktor nuklir, yaitu Reaktor Riset “Serba Guna G.A. Siwabessy” di Serpong dengan daya 30 MW, Reaktor “Kartini” di Yogyakarta dengan daya 100 kW, dan Reaktor “Triga 2000” di Bandung dengan daya 2 MW. Berdasarkan pengalaman itu pula fakta risiko kecelakaan hingga mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh energi nuklir relatif sangat kecil dibandingkan beberapa jenis energi lain.
“Kemampuan yang diperoleh selama melaksanakan studi tapak di beberapa wilayah di Indonesia dan studi AMDAL, serta didukung dengan fasilitas laboratorium dan SDM yang memadai, dapat dijadikan sebagai modal dasar dalam melaksanakan pembangunan PLTN,” kata June Mellawati.
Sedangkan Muhayatun menyampaikan orasi dengan judul “Teknik Analisis Nuklir Dalam Peningkatkan Kemampuan Identifikasi Sumber Udara di Indonesia”.
Meningkatnya urbanisasi, industri, dan berbagai aktivitas ekonomi seperti transportasi telah mengakibatkan pencemaran khususnya di beberapa perkotaan Indonesia. Hal ini terjadi karena sumber pencemar antropogenik telah melampaui daya dukung lingkungan sehingga tidak dapat dinetralkan secara alami. Pencemaran udara memiliki dampak yang signifikan pada gangguan kesehatan manusia, ekosistem, perubahan iklim dan pemanasan global.

Karakteristik dan identifikasi berbagai unsur yang berbasis pada metode konvensional seperti potensiometer, voltametri, dan spektrometri serapan atom memiliki berbagai keterbatasan dalam tahap pelarutan, tahap preparasi membutuhkan waktu lama, terdapat interfensi matriks, membutuhkan bobot sampel yang banyak, dan tidak multi unsur. Berbagai kelemahan ini akan memberikan kontribusi yang besar dalam penentuan ketidakpastian hasil analisis, sehingga menjadi kendala utama dalam riset trace element.
Menurutnya, Teknik Analisis Nuklir (TAN) merupakan solusi dalam mengatasi keterbatan teknik konvensional. Penerapan TAN dapat meningkatkan karakteristik PM2,5 dan PM10 yang merupakan kunci utama identifikasi sumber pencemar dan menjadi harapan baru dalam meningkatkan pemahaman kompleksitas permasalahan pencemaran, sehingga dapat mendorong perumusan strategi yang tepat dan terarah dalam menyujudkan peningkatan kualitas udara di Indonesia.
“TAN merupakan teknik analisis multi unsur, non destructive, selektif, dan memiliki sensitivitas tinggi, sehingga menjadi teknik analisis yang tepat dalam riset trace element,” papar Muhayatun.
Tiga orang Peneliti Utama BATAN yang baru saja dikukuhkan menjadi Profesor Riset ini, merupakan Profesor Riset BATAN yang ke-48, ke-49, dan ke-50. Namun, menurut Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto, dalam sambutannya mengatakan bahwa diantara 50 Profesor Riset yang dimiliki BATAN, 28 diantaranya telah memasuki masa purba bakti, sehingga saat ini BATAN hanya memiliki 22 Profesor Riset yang masih aktif.
“Dan sebelumnya kita hanya memiliki satu orang Profesor Riset perempuan, sekarang sudah bertambah menjadi empat Profesor Riset perempuan,” tutur Djarot S. Wisnubroto.
inilah.com
inilah.com

Menurut data badan survey World Nuclear Association micro nuclear reactor ini lebih murah 15% per megawatt kapasitas dibanding reaktor nuklir skala besar. Bila dideskripsikan PLTN mini dengan daya 25 MW dapat melayani listrik sebanyak 20 ribu rumah. Bayangkan saja nilai ekonomis dari teknologi ini yang hanya dengan reaktor sebesar kulkas dapat menghidupi listrik sebanyak 20 ribu rumah.
Saat kita membayangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), terbayang bangunan besar dengan draught (cerobong asap) yang tinggi menjulang serta komplek bangunan yang luas. Akan tetapi saat ini beberapa perusahaan sedang mengembangkan reaktor nuklir seukuran kulkas rumahan yang bertujuan untuk penyediaan listrik di berbagai kawasan yang terus berkembang dengan skala yang lebih kecil.

Di Amerika Serikat saat ini beberapa perusahaan energi sedang mengajukan permohonan lisensi untuk pengaplikasian reaktor mini pada unit PLTN berskala kecil. Reaktor mikro atau mini tersebut direncanakan untuk memenuhi penyediaan listrik sebuah pabrik atau sebuah daerah dengan luas wilayah tertentu. Saat ini perlombaan untuk mengembangkan teknologi reaktor mini diramaikan oleh perusahaan-perusahaan kecil-menengah di bidang energi seperti perusahaan Hyperion Power Generation dan meninggalkan perusahaan besar seperti Siemens (Jerman), ABB(Swiss), GE (USA) dan Areva (Perancis).
Salah satu pihak yang sedang mengembangkan PLTN mini adalah Hyperion Power Generation. CEO Hyperion, John Deal mengatakan bahwa perusahaannya sedang mengajukan lisensi dalam satu tahun kedapan untuk mengaplikasikan unit PLTN mini di AS. Deal menganalogikan bahwa perusahaannya seperti mengembangkan sebuah Iphone disaat raksasa energi nuklir lain seperti Areva, GE, Siemens membuat Mainframe (super komputer skala besar atau biasa disebut server).
Menurut Hyperion, dengan ukurannya yang kecil, proses pemasangannya relatif cepat dan bisa diangkut dengan angkutan darat dan laut bahkan jika harus ke suatu tempat yang terpencil dan jauh dari pemukiman.

Selain beberapa hal tersebut diatas, modul pembangkit Hyperion juga tidak memiliki komponen-komponen bergerak yang akan menyebabkan berkurangnya umur komponen tersebut. Modul pembangkit Hyperion juga tidak perlu dibuka, seandainya harus dibuka sebagian bahan bakarnya akan segera menjadi dingin, tentunya hal ini berkaitan dengan aspek keselamatan modul tersebut.
Dalam situsnya Hyperion menyatakan “Modul tersebut tidak mungkin mencapai suhu superkritis, kemudian meleleh atau menyebabkan kondisi berbahaya. Alasannya karena pembangkit Hyperion akan ditanam di dalam tanah dan dilengkapi dengan system yang mendeteksi tingkat keamanannya secara detail”. Dengan dikubur di dalam tanah, maka modul pembangkit listrik tidak akan terlihat dan terhindar dari pemakaian secara ilegal.
Menurut data badan survey World Nuclear Association micro nuclear reactor ini lebih murah 15% per megawatt kapasitas dibanding reaktor nuklir skala besar. Bila di deskripsikan PLTN mini dengan daya 25 MW dapat melayani listrik sebanyak 20 ribu rumah. Bayangkan saja nilai ekonomis dari teknologi ini yang hanya dengan reaktor sebesar kulkas dapat menghidupi listrik sebanyak 20 ribu rumah.
Hyperion memperkirakan dengan teknologi yang sedang dikembangkan saat ini, akan menghasilkan listrik murah, tidak lebih dari 10 sen per watt nya. Meski sebuah pembangkit berharga 25 juta USD, tetapi dengan wilayah yang memiliki 10 ribu rumah maka harganya menjadi 2.500 USD untuk setiap rumah, dengan kemampuan diperkirakan hingga 20 ribu rumah maka harga akan turun menjadi setengahnya.
Reaktor Hyperion perlu diisi ulang bahan bakarnya setiap 7 hingga 10 tahun. Setelah 5 tahun memproduksi listrik, modul tersebut hanya menghasilkan limbah berukuran bola softball dan bisa didaur ulang sebagai bahan bakar kembali.
Hyperion sendiri berencana membangun tiga pabrik untuk memacu tercapainya target pembuatan 4.000 modul PLTN mini pada 2013 hingga 2023. Sampai akhir 2008 Hyperion telah menerima lebih dari 100 pesanan modulnya, sebagian besar berasal dari perusahaan minyak dan listrik. Pesanan pertama datang dari TES, perusahaan infrastruktur Republik Ceko. TES memesan 6 modul dan 12 selanjutnya opsional dengan modul pertama akan ditempatkan di Rumania. Dalam lima tahun ke depan pembangkit Hyperion akan diproduksi dalam jumlah besar.
Hyperion Energy Generation tidak sendirian, ada beberapa perusahaan yang saat ini mengembangkan teknologi PLTN mini seperti NuScale Power, Toshiba, Westinghouse dan Babcock&Wilcox Company.
Desain yang dirancang oleh NuScale Power adalah reaktor kecil yang didinginkan oleh air, mirip dengan reaktor kuno yang digunakan pada kapal perang. Reaktor lainnya lebih modern, Toshiba dan Institut Penelitian Industri Tenaga Listrik di Jepang sedang meneliti 'baterai nuklir' yang berpendingin natrium cair. Reaktor ini dikirim dalam keadaan terakit sebagian dan dipasang di bawah tanah mampu menghasilkan 10 MW selama 30 tahun sebelum pengisian ulang bahan bakarnya.

Dengan melonjaknya permintaan energi serta ancaman perubahan iklim, PLTN mini bisa sangat membantu. “Tujuannya meningkatkan sumber energi rendah karbon dengan cepat”, kata Richard Lester dari MIT. Syaratnya para pembuat kebijakan bisa diajak kerja sama. Di AS, para pejabat mengatakan beberapa desain mungkin mendapatkan sertifikasi dalam lima tahun ini, sementara desain yang lebih inovatif mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama.
Bagaimana dengan Indonesia? Meskipun teknologi PLTN mini ini tergolong baru, bukan tidak mungkin Indonesia mengikuti perkembangan teknologi ini bahkan mengaplikasikannya. Hal ini tentu saja tidak mudah, namun dengan krisis energi serta kebutuhan akan energi bersih dalam melawan pemanasan global maka teknologi PLTN mini dapat dijadikan suatu alternatif pilihan. (eph)

Banyak peninggalan pra-sejarah yang ditemukan di dalam gua karena nenek moyang manusia sejak zaman pra-sejarah telah memanfaatkan gua sebagai tempat perlindungan. Tempat berlindung itu sendiri pada prinsipnya dibutuhkan oleh setiap manusia sepanjang zaman untuk melindungi tubuh dari pengaruh faktor-faktor lingkungan yang kurang menguntungkan seperti panas, cuaca dingin, angin kencang, hujan, petir dan sebagainya.
Perkembangan peradaban telah mengantarkan manusia mampu membuat tempat perlindungan dalam bentuk rumah untuk tempat tinggal maupun bangunan sipil lainnya untuk melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti hotel, gedung perkatoran, pasar dan sebagainya. Rumah merupakan kebutuhan primer bagi setiap orang. Di rumah ini pula sebagian besar aktivitas kehidupan manusia berlangsung. Mengingat manusia pada umumnya menghabiskan sebagian waktunya di dalam rumah, maka rumah yang sehat sudah barang tentu merupakan idaman bagi setiap orang.
Sejalan dengan perkembangan peradaban umat manusia, maka berkembang pula disiplin ilmu arsitektur yang berkaitan langsung dengan masalah rancang bangun tempat tinggal. Banyak fenomena alam telah memengaruhi perkembangan arsitektur modern. Karena itu, dalam arsitektur kita akan menemukan kajian yang berkaitan dengan lokasi geografis suatu bangunan, sehingga diperkenalkanlah arsitektur daerah tropis.
Ketika akhir-akhir ini di berbagai belahan bumi diguncang gempa skala besar yang menghacurkan banyak bangunan sipil dan menelan banyak korban jiwa, maka dikembangkanlah arsitektur untuk bangunan tahan gempa. Selain itu, ketika masyarakat dunia dihadapkan dengan masalah krisis energi, maka berkembanglah kajian arsitektur hijau (green architecture) yang memperkenalkan bangunan ramah lingkungan, terutama dalam bentuk penghematan penggunaan energi pada bangunan tersebut. Namun ada satu hal yang selama ini belum menjadi perhatian para arsitek, yaitu dimasukkannya unsur radioekologis dalam arsitektur.
Aspek Radioekologis
Ekologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari daerah tempat tinggal. Kemajuan teknologi dan perkembangan industri telah melahirkan pengertian baru dalam ekologi, yaitu apa yang disebut dengan neo-ekologi atauecological complex. Semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam tahapan berikutnya juga melahirkan berbagai cabang kajian baru dalam neo-ekologi, salah satunya adalah radioekologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari unsur-unsur radioaktif yang ada di lingkungan.
Masalah terpenting dalam radioekologi yang berkaitan dengan bangunan tempat tinggal adalah keberadaan radionuklida alamiah dalam berbagai jenis bahan bangunan dan lokasi-lokasi tertentu dimana bangunan itu berdiri. Radionuklida alamiah yang saat ini paling mendapat perhatian dari para ahli keselamatan radiasi lingkungan adalah gas radon. Satu hal yang perlu diketahui dan mendapatkan perhatian serius adalah bahwa radon merupakan gas radioaktif yang dapat berperan sebagai sumber radiasi bagi manusia. Oleh sebab itu, keberadaan gas radon di dalam ruangan akan berperan sebagai sumber radiasi bagi setiap orang yang berada dalamnya.
Dari mana gas radon berasal ? Gas radon di dalam ruangan terutama berasal dari tanah, dinding, lantai, langit-langit dan bahan-bahan lain di dalam rumah yang pembuatannya memanfaatkan bahan-bahan dari dalam perut bumi. Naomi Harley, profesor peneliti kesehatan lingkungan di Universitas New York, mendapatkan bahwa 60 persen radon di dalam rumah di New Yersey berasal dari dinding, fondasi dan lantai. Sumber utama gas radon adalah radionuklida alamiah berumur paro sangat panjang (milyaran tahun) seperti uranium-238 dan thorium-232. Kedua unsur tersebut dalam kadar yang relatif tinggi terdapat pada bahan-bahan tambang.
Oleh sebab itu, penggunaan bahan tambang dan bahan-bahan sisa hasil pengolahan bahan tambang sebagai bahan bangunan untuk perumahan maupun gedung dapat memperbesar kadar gas radon di dalam ruangan. Di pasaran beredar beberapa jenis bahan bangunan yang dibuat dari bahan tambang maupun sisa pengolahan bahan tambang yang berkadar radioaktif alam tinggi. Beberapa contoh dapat dikemukakan di sini antara lain adalah : asbes, gipsum, batu bata dari limbah pabrikalumina,cone blockdari limbah abu batubara, blast-furnace slagdari limbah pabrik besi, aereted concretedan sebagainya.
Masalah Kesehatan
Bagi beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang dan negara-negara Eropa Barat, masalah gas radon ini telah mendapatkan perhatian yang serius. Pemerintah Australia misalnya, melaluiCommonwealth of Health, Housing and Community Servicestelah membuka pusat-pusat informasi mengenai gas radon di setiap negara bagian. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai risiko yang dapat ditimbulkan oleh gas radon tersebut. Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang juga telah memetakan daerah-daerah dengan kadar gas radon tinggi.
Dari sekian banyak sumber-sumber radiasi alam, radon merupakan sumber radiasi alam yang paling banyak mendapatkan perhatian sehubungan dengan efek negatif yang dapat ditimbulkannya. Efek ini berkaitan dengan sifat gas radon sebagai salah satu penyebab munculnya kanker paru-paru. Efek merugikan dari radiasi yang dipancarkan gas radon ini sebetulnya telah diketahui sejak abad ke-19. Pada saat itu para pekerja tambang di Eropa Tengah banyak yang menderita gangguan kesehatan berupa kanker paru-paru karena diduga menghirup gas radon dalam jumlah berlebihan. Hasil penelitian yang dilakukan pada pertengahan abad ke-20 terhadap para pekerja tambang batubara ternyata memperkuat dugaan tersebut.
Ada daerah-daerah tertentu di Amerika Serikat (AS) yang umur batuannya sangat tua dan memancarkan gas radon dalam jumlah besar, seperti di Wyoming, Pennsylvania dan Tennese. Untuk mengatasi masalah gas radon ini, Badan Perlindungan Lingkungan Hidup AS (EPA) telah memperkenalkan prototip rumah dengan ventilasi khusus yang mampu mengurangi kadar gas radon dari dalam ruangan. Ventilasi yang baik sehingga pertukaran udara dari luar ke dalam rumah berjalan lancar ternyata dapat mengurangi kadar gas radon di dalam ruangan dengan faktor pengurangan yang sangat tinggi. Sebalinya, rumah maupun bangunan yang serba tertutup akan menyebabkan gas radon menumpuk di dalamnya, sehingga risiko kesehatan bagi penghuninya cukup tinggi.
Perlu adanya pertimbangan radioekologis dalam pemanfaatan bahan-bahan tambang sebagai material utama pembuatan bahan bangunan. Karena pertimbangan itu, beberapa negara yang sudah menaruh perhatian terhadap masalah keselamatan radiasi lingkungan, telah melakukan pelarangan penggunaan bahan-bahan bangunan jenis tertentu yang kandungan radionuklida alamiahnya cukup tinggi.
Pelarangan peredaran bahan bangunan karena pertimbangan radioekologis pernah dilakukan oleh pemerintah Swedia. Rumah-rumah di negeri itu pada umumnya bertembok dari bahan bangunan lokal bernamaaerated concreteyang telah dipakai sebagai bahan bangunan sejak abad ke-19 dan mengisi sepertiga pasaran bahan bangunan di sana. Swedia merupakan negeri dingin sehingga rumah-rumah di negeri itu membutuhkan penghangat ruangan. Dalam rangka penghematan bahan bakar, rumah-rumah dibikin bertembok tebal dengan sedikit ventilasi agar tidak banyak panas dalam ruangan yang hilang. Namun akibat lain pun timbul, yaitu menumpuknya gas radon dalam ruangan yang dipancarkan dari dinding maupun lantai rumah. Mempertimbangkan gas radon berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, maka sejak tahun 1979aerated concretetidak boleh dipergunakan sebagai bahan bangunan rumah.
Di Indonesia, peraturan mengenai masalah peredaran dan penggunaan bahan bangunan dengan kandungan radionuklida alamiah tinggi ini belum ada. Oleh sebab itu, diperlukan langkah awal adanya penelitian menyeluruh dan kerjasama antar instansi terkait untuk mengetahui sejauh mana peredaran dan pemakaian bahan-bahan bangunan di Indonesia memberikan efek negatif terhadap kesehatan.
Banyak hal yang perlu diketahui oleh para arsitektur berkaitan dengan masalah radioekologi. Melalui pengetahuan itu, aspek radioekologis dapat dipertimbangkan sebagai salah satu unsur dalam arsitektur untuk merancang tempat perlindungan yang bukan hanya indah, nyaman serta aman dari bencana, ramah lingkungan melalui penghematan penggunaan energi, tetapi juga sehat ditinjau dari segi radioekologi (Mukhlis Akhadi, Peneliti Utama di PTKMR-BATAN, Jakarta).
Bicara tentang nuklir tentu saja tidak melulu tentang bahaya bom atom, kebocoran radiasi atau pemanfaatan teknologi bagi aspek kehidupan manusia di berbagai bidang. Satu hal mesti diketahui adalah masalah safety dan security (keselamatan dan keamanan) di mana letak reaktor nuklir dan bahan nuklir itu berada.
![]() |
Ruang kendali utama untuk mengawasi kegiatan di reaktor |
Bagaimanapun, safety dan security untuk mencegah agar bahan nuklir tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula dengan keberadaan fasilitas nuklir seperti reaktor nuklir harus dijaga keamanannya 24 jam dalam sehari. Tidak bisa dan tidak boleh diakses oleh orang-orang yang tidak berkepentingan apalagi dengan maksud yang tidak baik.
Safety di bidang nuklir sangat terkait hubungannya dengan security. Safety adalah salah satu komponen utama yang selalu yang ditekankan di dalam pelaksanaan permanfaatan teknologi nuklir.
"Masalah safety dan security pada penggunaan teknologi nuklir, akhir -akhir ini menjadi perhatian dari masyarakat dunia yang mengelola dan bergerak memanfaatkan teknologi nuklir. Intinya safety dan security ini dimaksudkan bagaimana melindungi masyarakat dan lingkungan dari bahaya radiasi," ungkap Kepala Pusat Kemitraan Teknologi Nuklir (PKTN) Ferly Hermana yang ditemui di kantornya di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Lebih jauh dijelaskan Ferly, security adalah menjaga agar sumber radioaktif dan bahan nuklir tidak berpindah tangan ke orang yang tidak bertanggung jawab. Keterkaitan safety dan security, intinya bila security lemah otomatis akan berdampak pada safety-nya.
Masalah safety dan security itu sudah diatur dalam peraturan International Atomic Energy Agency (IAEA) yang mengikat bagi setiap anggotanya. Dan, Indonesia juga telah mengatur hal yang sama dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perka BAPETEN) No.1 Tahun 2009 tentang Sistem Proteksi Fisik untuk Instalasi dan Bahan Nuklir. BAPETEN selaku badan pengawas yang intinya mengatur keamanan sumber radiasi dan keamanan fasilitas nuklir.
Lebih jauh dijelaskan Ferly, security adalah menjaga agar sumber radioaktif dan bahan nuklir tidak berpindah tangan ke orang yang tidak bertanggung jawab. Keterkaitan safety dan security, intinya bila security lemah otomatis akan berdampak pada safety-nya.
Masalah safety dan security itu sudah diatur dalam peraturan International Atomic Energy Agency (IAEA) yang mengikat bagi setiap anggotanya. Dan, Indonesia juga telah mengatur hal yang sama dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perka BAPETEN) No.1 Tahun 2009 tentang Sistem Proteksi Fisik untuk Instalasi dan Bahan Nuklir. BAPETEN selaku badan pengawas yang intinya mengatur keamanan sumber radiasi dan keamanan fasilitas nuklir.
"Untuk fasilitas nuklir itu adanya di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Sedangkan bahan nuklir adanya di BATAN Pasar Jumat, Jakarta," tutur Ferly yang baru saja pulang dari Malaysia. Di sana dia mempresentasikan tentang safety dan security fasilitas dan bahan nuklir.
Ferly juga memaparkan bahwa tugas dari PKTN mengkoordinasi-kan keamanan di Kawasan Nuklir Serpong bila ada kedaruratan nuklir.
Ferly juga memaparkan bahwa tugas dari PKTN mengkoordinasi-kan keamanan di Kawasan Nuklir Serpong bila ada kedaruratan nuklir.
"Sistem keamanan dan keselamatan di kawasan ini termasuk yang terbaik di regional Asean dan akan menjadi percontohan di kawasan Asia Pasifik. Bahkan, para pengamat nuklir mengatakan bahwa infrastruktur di Kawasan Nuklir Serpong sudah menyelenggarakan sistem proteksi fisik yang baik sebagai pusat nuklir di Indonesia," ungkap Ferly. Diibaratkan oleh para ahli nuklir dan pengamat nuklir, infrastruktur Kawasan Nuklir Serpong seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam skala yang kecil.
Keamanan Berlapis Kawasan Nuklir Serpong
Sejauh ini di kawasan Puspiptek Serpong diterapkan physical protection atau proteksi fisik yang memiliki tiga fungsi yakni Detection, Delay, dan Response. Deteksi dengan menggunakan alat-alat deteksi diperuntukkan melihat ruangan berbagai kegiatan dan aktifitas baik indoor maupun outdoor. Dari sebuah ruangan yang berisi belasan monitor terpantau berbagai kegiatan di sana.
Sedangkan Delay, pagar- pagar yang dibuat sesuai dengan aturan dan dibuat berlapis. Ketika memasuki Kawasan Nuklir Serpong, maka disebut zona atau limited area. Bila sudah memasuki kawasan BATAN disebut protected area. Protected area yang dibatasi pagar kuning hanya orang-orang yang berkepentingan saja yang bisa memasuki area itu dan dengan menggunakan kartu khusus yang tidak dimiliki semua orang. Area lebih ke dalam lagi yaitu area yang lebih dekat ke pusat bahan nuklir, yang disebut inner area. Untuk bisa masuk ke area ini pengawasan keamanan lebih ketat lagi. "Jadi, pengamanan berlapis-lapis, kelihatannya kaku dan keras, tapi lebih baik kami mencegah dari pada menanggulangi jika sudah ada kejadian," ungkap Ferly.
Fungsi physical protection yang ketiga adalah Respon yang diselenggarakan oleh Unit Pengamanan Nuklir (UPN). "Kita punya tim-tim UPN tim rescue, tim damkar, tim medis, tim lingkungan,tim keteknikan," jelas Ferly. Ferly juga menjelaskan ketika memasuki area Puspiptek, siapa saja yang akan memasuki kawasan yang dikelolanya akan ditanyakan keperluan dan mau bertemu dengan siapa. "Nah ketika mobil berhenti, sebelum masuk ke dalam, di perhentian mobil atau kendaraan motor itu sudah ada kamera pemantau hingga ke bagian bawah kendaraan. Jadi, di bawah mobil itu tersedia kamera,"paparnya. Jalur jalan pun tidak dibuat lurus tapi berbelok-belok agar tidak langsung, dan menghambat ke tempat tujuan, agar apabila ada yang bermaksud tidak baik bisa dicegah terlebih dahulu.
Prosedur keamanan, setiap kendaraan baik-mobil maupun motor yang masuk diperiksa dan harus mempunyai pass ranmor yang mencantumkan nama pemilik kendaraan dan nomor plat kendaraan. Demikian juga setiap pegawai harus menggunakan badge selama di dalam kawasan.
Untuk yang masuk lokasi pagar kuning ada alat magnetic card reader yang dapat memonitor keluar masuk karyawan, masuknya kapan dan jam berapa? Jadi bila ada kejadian, bisa didetek siapakah pegawai tersebut masih ada di dalam pagar kuning atau sudah ada di luar. Dan, tidak semua yang bisa masuk pagar kuning kemudian bisa masuk reaktor nuklir. Ada pagar dan lapisan lagi yang harus dilewati dengan ketentuan yang makin ketat. Kondisi yang agak ribet itu disadari oleh Ferly sebagai penanggung jawab. Namun, demi safety dan security tadi harus ditegakkan."Semua itu kami lakukan demi keamanan dan keselamatan kita semua, termasuk kami yang menjadi pengelola di kawasan sini maupun masyarakat di luar sana," tutur Ferly lagi.
Untuk tetap waspada dengan keamanan dan keselamatan setiap tahunnya Tim Respon melakukan latihan dengan rutin dan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan."Alhamdulillah sejak reaktor riset ini berdiri hingga dua puluh enam tahun kemudian, kita tetap aman dan selamat. Bahkan mendapat pujian dari berbagai negara untuk masalah safety dan security" Ferly mengungkapkan.(adv. media ind).
Keamanan Berlapis Kawasan Nuklir Serpong
Sejauh ini di kawasan Puspiptek Serpong diterapkan physical protection atau proteksi fisik yang memiliki tiga fungsi yakni Detection, Delay, dan Response. Deteksi dengan menggunakan alat-alat deteksi diperuntukkan melihat ruangan berbagai kegiatan dan aktifitas baik indoor maupun outdoor. Dari sebuah ruangan yang berisi belasan monitor terpantau berbagai kegiatan di sana.
Sedangkan Delay, pagar- pagar yang dibuat sesuai dengan aturan dan dibuat berlapis. Ketika memasuki Kawasan Nuklir Serpong, maka disebut zona atau limited area. Bila sudah memasuki kawasan BATAN disebut protected area. Protected area yang dibatasi pagar kuning hanya orang-orang yang berkepentingan saja yang bisa memasuki area itu dan dengan menggunakan kartu khusus yang tidak dimiliki semua orang. Area lebih ke dalam lagi yaitu area yang lebih dekat ke pusat bahan nuklir, yang disebut inner area. Untuk bisa masuk ke area ini pengawasan keamanan lebih ketat lagi. "Jadi, pengamanan berlapis-lapis, kelihatannya kaku dan keras, tapi lebih baik kami mencegah dari pada menanggulangi jika sudah ada kejadian," ungkap Ferly.
Fungsi physical protection yang ketiga adalah Respon yang diselenggarakan oleh Unit Pengamanan Nuklir (UPN). "Kita punya tim-tim UPN tim rescue, tim damkar, tim medis, tim lingkungan,tim keteknikan," jelas Ferly. Ferly juga menjelaskan ketika memasuki area Puspiptek, siapa saja yang akan memasuki kawasan yang dikelolanya akan ditanyakan keperluan dan mau bertemu dengan siapa. "Nah ketika mobil berhenti, sebelum masuk ke dalam, di perhentian mobil atau kendaraan motor itu sudah ada kamera pemantau hingga ke bagian bawah kendaraan. Jadi, di bawah mobil itu tersedia kamera,"paparnya. Jalur jalan pun tidak dibuat lurus tapi berbelok-belok agar tidak langsung, dan menghambat ke tempat tujuan, agar apabila ada yang bermaksud tidak baik bisa dicegah terlebih dahulu.
Prosedur keamanan, setiap kendaraan baik-mobil maupun motor yang masuk diperiksa dan harus mempunyai pass ranmor yang mencantumkan nama pemilik kendaraan dan nomor plat kendaraan. Demikian juga setiap pegawai harus menggunakan badge selama di dalam kawasan.
Untuk yang masuk lokasi pagar kuning ada alat magnetic card reader yang dapat memonitor keluar masuk karyawan, masuknya kapan dan jam berapa? Jadi bila ada kejadian, bisa didetek siapakah pegawai tersebut masih ada di dalam pagar kuning atau sudah ada di luar. Dan, tidak semua yang bisa masuk pagar kuning kemudian bisa masuk reaktor nuklir. Ada pagar dan lapisan lagi yang harus dilewati dengan ketentuan yang makin ketat. Kondisi yang agak ribet itu disadari oleh Ferly sebagai penanggung jawab. Namun, demi safety dan security tadi harus ditegakkan."Semua itu kami lakukan demi keamanan dan keselamatan kita semua, termasuk kami yang menjadi pengelola di kawasan sini maupun masyarakat di luar sana," tutur Ferly lagi.
Untuk tetap waspada dengan keamanan dan keselamatan setiap tahunnya Tim Respon melakukan latihan dengan rutin dan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan."Alhamdulillah sejak reaktor riset ini berdiri hingga dua puluh enam tahun kemudian, kita tetap aman dan selamat. Bahkan mendapat pujian dari berbagai negara untuk masalah safety dan security" Ferly mengungkapkan.(adv. media ind).
BATAN
Dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki satu-satunya ahli nuklir di dunia yang menerapkan pengayaan uranium dengan teknologi rendah.

Pak Dokter Yudi Utomo menjadi satu-satunya ahli nuklir di dunia yang bisa menerapkan pengayaan uranium berteknologi rendah," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat menjadi pembicara seminar "Manajemen Bisnis Keluarga 2013 : Old Style vs New Style" di Universitas Atmajaya, Jakarta, Selasa (11/6).
Lebih lanjut Dahlan katakan sebenarnya ada beberapa negara produsen reaktor nuklir, seperti Kanada, Belgia, dan Belanda yang sudah menerapkan teknologi uranium untuk pengobatan, namun masih menggunakan teknologi tinggi. "Tapi sebentar lagi itu akan dilarang penggunaannya karena bisa digunakan menjadi senjata kimia dan Indonesia bisa menerapkan tenaga rendah, Indonesia bisa menjadi satu-satunya produsen radio isotop di dunia," paparnya.
Di samping itu, perusahaan plat merah yang bergerak di bidang teknologi, yakni PT Batan Teknologi selama ini sudah memasarkan radio isotopnya ke beberapa negara seperti China, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.
Nantinya kata Dahlan, dirut BUMN riset dan teknologi akan membuka pabrik di Amerika Serikat, khususnya di kawasan Virginia untuk memproduksi radioisotop di bidang kesehatan.
"Karena kebutuhan Amerika akan bahan kimia ini sangat besar, yaitu enam ribu curie (Ci) per minggu untuk 1.500 rumah sakit. Kami meminta beliau untuk mendirikan pabrik di Virgina. Kami doakan semoga beliau mampu melakukan hal itu," harap bekas dirut PLN ini.
Lebih lanjut Dahlan katakan sebenarnya ada beberapa negara produsen reaktor nuklir, seperti Kanada, Belgia, dan Belanda yang sudah menerapkan teknologi uranium untuk pengobatan, namun masih menggunakan teknologi tinggi. "Tapi sebentar lagi itu akan dilarang penggunaannya karena bisa digunakan menjadi senjata kimia dan Indonesia bisa menerapkan tenaga rendah, Indonesia bisa menjadi satu-satunya produsen radio isotop di dunia," paparnya.
Di samping itu, perusahaan plat merah yang bergerak di bidang teknologi, yakni PT Batan Teknologi selama ini sudah memasarkan radio isotopnya ke beberapa negara seperti China, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.
Nantinya kata Dahlan, dirut BUMN riset dan teknologi akan membuka pabrik di Amerika Serikat, khususnya di kawasan Virginia untuk memproduksi radioisotop di bidang kesehatan.
"Karena kebutuhan Amerika akan bahan kimia ini sangat besar, yaitu enam ribu curie (Ci) per minggu untuk 1.500 rumah sakit. Kami meminta beliau untuk mendirikan pabrik di Virgina. Kami doakan semoga beliau mampu melakukan hal itu," harap bekas dirut PLN ini.
Bom didefinisikan sebagai alat peledak yang digunakan untuk menghancurkan target. Biasanya digunakan dalam perang maupun aksi – aksi terorisme. Pada perang dunia ke II kota Hirosima dan Nagasaki dihancurkan dengan menggunakan bom atom oleh Amerika Serikat. Ini mengakibatkan pada masa itu pemerintahan jepang seolah tidak berdaya dan harus menyerah.
Ledakan bom atom yg dijatuhkan dikota Hirosima dan Nagasaki mempunyai kekuatan menghancurkan yang mengagumkan. Picture.1 adalah gambar dari ledakan bom atom yang jatuh di kota nagasaki, ia membentuk awan jamur yang membumbung hingga mencapai ketinggian 18 km. Tahukah anda, ada lagi bom yang lebih dahsyat ledakannya dari pada bom atom. Bom itu adalah Bom Hidrogen
Ledakan bom atom yg dijatuhkan dikota Hirosima dan Nagasaki mempunyai kekuatan menghancurkan yang mengagumkan. Picture.1 adalah gambar dari ledakan bom atom yang jatuh di kota nagasaki, ia membentuk awan jamur yang membumbung hingga mencapai ketinggian 18 km. Tahukah anda, ada lagi bom yang lebih dahsyat ledakannya dari pada bom atom. Bom itu adalah Bom Hidrogen
Bom hidrogen merupakan bom yang mempunyai tenaga dari reaksi fusi inti – inti atom hidrogen berat yang disebut deutron. Bom ini mampu meledak ratusan kali lebih dahsyat dari bom atom karena didahului oleh reaksi fisi (Pembelahan) yang merangsang terjadinya reaksi fusi (penggabungan atom – atom hidrogen).
Penggabungan atom-atom Hidrogen ini melepaskan energi yang besar sekali melebihi ledakan dinamit sebanyak ± 50,000,000 unit atau setara dengan ± 500 bom atom. Daya ledaknya diukur dalam megaton (juta ton) TNT. Ledakan bom ini akan menghasilkan bola api dengan garis tengah beberapa kilometer disertai timbulnya awan cendawan yang tinggi sekali.
Penggabungan atom-atom Hidrogen ini melepaskan energi yang besar sekali melebihi ledakan dinamit sebanyak ± 50,000,000 unit atau setara dengan ± 500 bom atom. Daya ledaknya diukur dalam megaton (juta ton) TNT. Ledakan bom ini akan menghasilkan bola api dengan garis tengah beberapa kilometer disertai timbulnya awan cendawan yang tinggi sekali.
Supaya bisa terjadi reaksi fusi maka inti atom ini harus berada pada suhu yang sangat tinggi dengan berorde jutaan derjat celcius. Reaksi fusi terjadi pada matahari yang merupakan sumber energi di bumi. Maka pada bom hidrogen ini dipasang bom atom untuk mengawali ledakan sehingga menimbulkan suhu yang sangat tinggi, sebab hanya ledakan fisi U-235 atau fisi Pu-239 yang dapat mencapai suhu setinggi ini.
Jika suhu itu sudah sangat tinggi rekasi fusi akan bisa terjadi. Maka dapat disimpulkan pada bom Hidrogen terdapat 2 bom nuklir, yaitu bom atom terjadi melalui reaksi fisi dilanjutkan ledakan besar akibat dari reaksi fusi. Hasil dari reaksi ini berupa gas He dan dalam reaksi di lepaskan neutron cepat.
Jika suhu itu sudah sangat tinggi rekasi fusi akan bisa terjadi. Maka dapat disimpulkan pada bom Hidrogen terdapat 2 bom nuklir, yaitu bom atom terjadi melalui reaksi fisi dilanjutkan ledakan besar akibat dari reaksi fusi. Hasil dari reaksi ini berupa gas He dan dalam reaksi di lepaskan neutron cepat.
Apakah anda tahu bahwa cuma ada 6 negara yang bisa melakukan Reaksi Fusi ini yaitu : Amerika, Uni Soviet (sekarang Rusia), Inggris, Perancis, cina dan India. Amerika Serikat adalah negara yang pernah menggunakan senjata nuklir untuk menyerang negara lain, yaitu pada peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.
Uji coba senjata nuklir pertama kali di trinity pada tahun 1945, Pemerintahan Amerika Serikat melalui presidennya Harry S Truman pada tanggal 31 januari 1950 mengeluarkan pernyataan tentang dukungan pemerintah Amerika Serikat dalam pengembangan bom hidrogen. Di pulau Karang Elugelab kepulauan Pacific Marshall, Amerika Serikat meledakkan 'Ivy Mike' pada tahun 1952, ini adalah bom hidrogen yang pertama di dunia dan meledakkan bom hidrogen “Castale Bravo†pada tahun 1954. Uni Soviet (sekarang Rusia) juga pernah meledakkan bom hidrogen ("Joe-4") pada 1953 dan bom Hidrogen Megaton pada 1955 ("RDS-37").
Inggris menguji bom hidrogen pada tahun 1957, Ia bekerjasama dengan Amerika Serikat melakukan uji senjata nuklir("Hurricane") pada tahun 1952. Prancis melakukan tes meledakkan bom hidrogen pada tahun 1968. China menguji bom hidrogen yang pertamanya pada tahun 1967. India melalui pemerintahannya menyatakan negaranya telah menguji bom hidrogen namun banyak negara yang meragukan pernyataan ini. Kemudian tahun 2005, Amerika Serikat mendeklarasikan India sebagai negara nuklir yang bertanggung jawab.
Uji coba senjata nuklir pertama kali di trinity pada tahun 1945, Pemerintahan Amerika Serikat melalui presidennya Harry S Truman pada tanggal 31 januari 1950 mengeluarkan pernyataan tentang dukungan pemerintah Amerika Serikat dalam pengembangan bom hidrogen. Di pulau Karang Elugelab kepulauan Pacific Marshall, Amerika Serikat meledakkan 'Ivy Mike' pada tahun 1952, ini adalah bom hidrogen yang pertama di dunia dan meledakkan bom hidrogen “Castale Bravo†pada tahun 1954. Uni Soviet (sekarang Rusia) juga pernah meledakkan bom hidrogen ("Joe-4") pada 1953 dan bom Hidrogen Megaton pada 1955 ("RDS-37").
Inggris menguji bom hidrogen pada tahun 1957, Ia bekerjasama dengan Amerika Serikat melakukan uji senjata nuklir("Hurricane") pada tahun 1952. Prancis melakukan tes meledakkan bom hidrogen pada tahun 1968. China menguji bom hidrogen yang pertamanya pada tahun 1967. India melalui pemerintahannya menyatakan negaranya telah menguji bom hidrogen namun banyak negara yang meragukan pernyataan ini. Kemudian tahun 2005, Amerika Serikat mendeklarasikan India sebagai negara nuklir yang bertanggung jawab.
Jika Bom Hidrogen kita bandingkan dengan Bom Atom, dimana bom atom pernah diledakkan di kota Hirosima dan Nagasaki. Bom atom diledakkan bisa menghancurkan kota Hirosima dan Nagasaki, Bisa kita bayangkan jika meledakkan bom Hidrogen disuatu tempat pasti efek ledakkannya akan jauh lebih besar dari bom atom. Dan luas daerah yang terkena imbas akibat ledakan bom hidrogen akan jauh lebih luas dibandingkan akibat ledakan bom atom. Sekarang ini, selain dari bom atom dan bom Hidrogen, ada bom yang baru dikenal bernama bom kobalt. Bom ini di buat dengan menyelubungi bom hidrogen dengan wadah yang terbuat dari kobalt biasa yang tebal.
Mari kita renangkan bila antar negara saling bertempur dan meledakkan bom – bom dahsyat, apa yang bakal terjadi dengan kita, Bumi serta isinya. Amat sulit untuk kita bayangkan keadaan ini jika benar – benar terjadi. Untuk itu, mungkinkah muncul nota kesepahaman bahwa senjata nuklir tidak perlu lagi digunakan di waktu mendatang. Dan yang perlu dipertanyakan sudah siapkah Indonesia dalam menghadapi segala kemungkinan dan peluang yang akan terjadi baik ancaman keamanan dari eksternal maupun internal serta menjaga keutuhan NKRI, karena tak ada seorang pun yang tahu apa yang bakal terjadi kedepannya.
http://www.fisikanet.lipi.go.id
Indonesia sendiri telah lama mengembangkan teknologi nuklir dan memiliki tiga reaktor nuklir yaitu Reaktor G. A Siwabessy di Serpong, Reaktor Triga 2000 di Bandung dan Reaktor Kartini di Yogyakarta. Ketiga reaktor ini termasuk dalam jenis reaktor riset yang tujuannya pun untuk berbagai penelitian dibidang nuklir dan menghasilkan berbagai macam teknologi yang penggunaanya non energi, misalnya untuk bidang pertanian, biologi, peternakan, industri, kedokteran, dan bidang-bidang non energi lainnya.
Nuklir, Inti Atom Tanpa Kulit
Untuk mengenal lebih jauh tentang nuklir, kita harus mengetahui lebih dahulu apa itu atom. Atom merupakan bagian terkecil dari suatu molekul, sedangkan molekul adalah bagian terkecil dari benda yang masih memiliki sifat-sifat fisik dan kimia. Atom dan molekul sendiri memiliki sifat yang berbeda. Dalam modelnya, atom digambarkan sebagai sebuah bola kecil yang terdiri dari inti atom bermuatan positif dan kulit atom bermuatan negatif. Elektron dikulit terluar atom tidak memiliki massa (massa=0) sedangkan proton dan neutron masing-masing memiliki massa 1 sma (1,7x 10-27 Kg). Sehingga dapat dikatakan bahwa massa atom terpusat didalam inti yang meliputi 99,975% total massa atom.
Didalam ilmu fisika, inti inilah yang disebut nuklir. Jadi nuklir merupakan bagian terkecil dari atom dimana massa atom terkumpul. Nuklir tidak mempunyai struktur yang khas dan hanya merupakan inti yang terkandung dalam atom sebagaimana nukleus yang terdapat dalam inti sel dalam ilmu biologi. Sehingga bila berbicara tentang nuklir, sebenarnya kita sedang berbicara tentang inti atom yang “telanjang” tanpa kulit yang mengelilinginya.
Reaksi Nuklir
Bahan bakar yang digunakan untuk melakukan reaksi nuklir adalah Uranium dan tidak dapat menggunakan sembarang unsur. Umumnya Uranium yang digunakan adalah Uranium-235 (92U235) yang merupakan isotop dari Uranium-238 (92U238). Ada dua macam reaksi pada nuklir yaitu reaksi fisi (pembelahan inti) dan reaksi fusi (penggabungan inti). Pada reaksi fisi, inti atom akan pecah menjadi inti-inti yang lebih kecil. Secara eksperimen hal ini dapat dijelaskan melalui penembakan unsur U235 dengan partikel neutron termik (partikel neutron yang bergerak sangat lambat). Saat partikel neutron ini menembus inti Uranium maka inti tersebut akan tereksistasi dan menjadi tidak stabil dan akan kehilangan bentuk asalnya. Inti akan membelah menjadi unsur-unsur yang lebih kecil dengan melepaskan energi dalam bentuk panas, sekaligus melepas 2-3 neutron. Saat inti mengalami perubahan bentuk, inti memancarkan radiasi-radiasi alfa, beta, dan gamma.
Reaksi lain yang terjadi pada nuklir adalah reaksi fusi. Pada reaksi jenis ini inti-inti atom bergabung membentuk inti atom yang lebih besar. Reaksi ini biasanya terjadi pada matahari atau bintang-bintang dan ledakan bom hidrogen. Reaksi fusi ini digolongkan dalam reaksi endotermik (bereaksi dengan memerlukan energi), sedangkan reaksi fisi termasuk reaksi eksotermik yaitu bereaksi dengan melepas energi. Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi sangatlah luar biasa besar. Sebagai ilustrasi: dalam 1 gram U235 terdapat 25,6×1020 atom U235. Atom ini bereaksi dengan melepaskan energi sebesar 200 MeV, sehingga 1 gram U235 dapat melepas energi sebesar 51,2x 1022 MeV atau sebesar 81,92×109 Jolue. Energi ini biasanya dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik (PLTN), pengerak kapal selam atau kapal induk sehingga bisa bertahan di lautan bertahun-tahun tanpa perlu suplai energi dari luar.
Proteksi Radiasi Nuklir
Karena reaksi nuklir merupakan reaksi yang sangat berbahaya, maka reaksi nuklir harus dilakukan didalam suatu reaktor nuklir. Hal ini dilakukan untuk memproteksi masyarakat, peneliti nuklir, dan lingkungan dari radiasi nuklir yang berbahaya. Untuk itu, reaktor nuklir dilengkapi dengan sistem keselamatan terpasang dan ditambah dengan lapisan-lapisan pelindung/proteksi lainnya.
Sistem keselamatan terpasang berupa air pendingin yang bekerja untuk mendinginkan reaktor. Bila suhu dalam teras reaktor naik melebihi suhu operasi normal, maka suhu air akan naik pula dan air akan menjadi uap sehingga air tersebut tidak dapat lagi memperlambat gerakan neutron cepat hasil fisi. Karena neutron dalam keadaan cepat maka neutron ini tidak dapat lagi digunakan untuk reaksi nuklir selanjutnya. Selain itu, reaktor juga dilengkapi dengan tujuh lapisan pengaman yaitu penghalang pertama adalah matrik bahan bakar yang berbentuk padat. Ini dimaksudkan agar semua limbah radioaktif tetap terikat pada bahan bakar. Penghalang kedua adalah kelongsong bahan bakar yang dirancang tahan terhadap korosi pada temperatur tinggi dan dibuat dari campuran khusus (zircaloy).
Penghalang ketiga adalah sistem pendingin yang akan melarutkan bahan radioaktif apabila terlepas dari kelongsong. Penghalang keempat adalah perisai beton yang berbentuk kolam sebagai wadah atau penampung air. Penghalang kelima dan keenam adalah sistem pengukung reaktor secara keseluruhan yang terbuat dari pelat baja dan beton setebal dua meter dan kedap udara dan penghalang terakhir adalah jarak, karena umumnya reaktor nuklir dibangun didaerah yang cukup jauh dari pemukiman penduduk.
Pengolahan Limbah Radioaktif
Sebagaimana proses industri, pengolahan nuklir untuk tujuan penelitian juga menghasilkan limbah yang dinamakan limbah radioaktif. Limbah ini hampir 99% berasal dari bahan bakar bekas yang radioaktifitasnya masih tinggi, sedangkan 1% berasal dari baju pelindung, kain pembersih, peralatan laboratorium, dan sarung tangan yang digunakan oleh para pekerja reaktor. Untuk proses pengolahan limbah nuklir di Indonesia, dilakukan di Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif (IPLR) di PPTN Serpong.
Tahapan pengolahan limbah radioaktif ini dimulai dari pengangkutan limbah dari instalasi penimbun limbah ke IPLR dengan mobil pengangkut khusus. Untuk limbah padat dimasukkan kedalam drum yang dilengkapi dengan label informasi limbah, sedangkan limbah cair dimasukkan dalam tangki penampung. Pengolahan limbah cair dilakukan dengan cara evaporasi untuk mereduksi volume limbah. Konsentrat hasil evaporasi selanjutnya dikungkung dalam shell beton 950 dengan campuran semen. Sedangkan untuk limbah radioaktif cair korosif yang mengandung flour, dilakukan secara kimia pada fasilitas chemical treatmen.
Untuk limbah cair organik dan limbah padat terbakar, direduksi volumenya dengan cara insenerasi dengan kapasitas pembakaran 50 kg/jam beserta peralatan sementasi abu dalam drum 100L. Untuk limbah padat termampatkan proses reduksi volume dilakukan dengan cara kompaksi dengan kekuatan 600 kN. Sedangkan untuk limbah padat tak terbakar dan tak termampatkan, pengolahannya dilakukan secara langsung dengan cara sementasi dalam shell beton 350L/200L. Selanjutnya limbah dengan berbagai aktivitas (aktivitas tinggi, menengah, dan rendah) disimpan di fasilitas penyimpanan limbah sementara, yang kedap air berdasarkan kelompok aktivitasnya masing-masing. Waktu penyimpanan sementara berkisar antara 10-50 tahun dan selama itu, aktivitas zat radioaktif selalu dipantau, hingga waktu paruhnya benar-benar telah habis dan aman bagi lingkungan.
Pemanfaatan Nuklir
Seperti telah disinggung di awal, bahwa teknologi nuklir dewasa ini telah didayagunakan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Terlepas dari pemanfaatannya sebagai senjata perang, tenaga nuklir khususnya zat radioaktif telah dipergunakan secara luas dalam berbagai bidang. Bidang-bidang itu antara lain bidang energi, kedokteran, pertanian, industri, peternakan, dan lain sebagainya.
Dibidang energi, tenaga nuklir telah dimanfaatkan secara besar-besaran untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Bidang kedokteran telah mengambil manfaat dari tehnik nuklir seperti pemeriksaan medik dengan menggunakan pesawat gamma kamera, renograf-prototipe yang berguna untuk diagnosis fungsi ginjal, pesawat sinar X-prototipe yang berguna sebagai diagnosis anatomi organ tubuh, Thyroid uptake-prototipe untuk uji tangkap gondok, dan brachterapi yang digunakan sebagai terapi kanker rahim, pemeriksaan jantung koroner, dan mendeteksi pendarahan pada saluran pencernaan. Dibidang pertanian, tehnik nuklir dimanfaatkan untuk mendapatkan varitas tanaman yang unggul seperti varitas padi dan kedelai melalui tehnik irradiasi.
Dibidang industri, Distributed Control System (DCS) dan Nucleonic Control System (NCS) telah dipergunakan untuk mendeteksi berbagai kesalahan atau kelainan pada sistem kerja alat industri. DSC dan NSC akan secara otomatis melakukan pengendalian jika terdapat ada kelainan dalam operasi terutama dalam sistem produksi. Dibidang peternakan, tehnik nuklir telah dimanfaatkan untuk memproduksi vaksin untuk anak ayam, penggemukan hewan ternak, peningkatan daya tahan ternak terhadap penyakit, dan lain sebagainya.
Penutup
Merujuk pada kenyataan bahwa nuklir telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka sudah saatnya phobia akan tragedi Hiroshima dan Nagasaki 60 tahun silam menjadi berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Tidaklah bijak jika masyarakat kita mengadili (menilai buruk) sesuatu, sementara dia sendiri tidak mengerti tentang substansi apa yang disalahkan. Untuk itu sudah saatnya masyarakat kita, mesti berpikir positif akan setiap perkembangan teknologi nuklir. Demikian juga dengan peneliti dan ahli nuklir, dengan adanya kepercayaan dari masyarakat, diharapkan mereka dapat profesional melakukan kerjanya berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang telah ada dan meminimalisasi kegagalan yang mungkin terjadi. Tentunya masyarakat kita tidak ingin Tragedi Chernobyl di Ukrania akan terulang dan bahkan terjadi di Indonesia.